Senin, 18 Februari 2013

Cara menghilangkan noda pakaian


Bagaimana cara obat pemutih (laundry bleach) membedakan putih dari warna? Kelihatannya, bahan kimia yang satu ini dapat mengusir noda apapun yang tidak disukai oleh manusia, tidak peduli komposisi kimia noda tersebut, kemudian mengubahnya menjadi putih. Bagaimana cara pemutih tahu tentang yang kita ingin kan?

Pemutih tidak tahu tentang yang kita sebut putih. Yang diketahuinya olehnya hanyalah warna, karena warna jauh lebih mendasar, baik dalam pengertian kimia maupun fisika, ketimbang selera atau keinginan kita dalam soal cuci mencuci. Pemutih menyereng senyawa-senyawa kimia yang berwarna, yang kebanyakan memang memiliki sesuatu yang sama, lalu hasilnya adalah berkurangnya atau hilangnya warna, yang oleh otak kita diterjemahkan “putih”.
Sebelum saya ditegur karena menyebut putih sebagai tiadanya warna padahal di sekolah kita di beritahu bahwa putih adalah hasil penggabungan semua warna, perbolehkan saya bercerita.
Cahaya dari matahari memang mengandung semua warna yang ada dalam pelangi, semua warna dapat dilihat oleh mata manusia. Ketika semua warna dalam cahaya digabungkan, seperti terjadi pada cahaya siang hari (daylight), bagian otak kita berurusan dengan penglihatan menangkap cahaya tersebut sebagai sesuatu yang tanpa warna sama sekali. Kita menyebutnya cahaya putih.
Tapi,memang begitulah cahaya. Apa yang tampak oleh kita ketika kita melihat sebuah benda yang diterangi oleh cahaya itu? Jika benda itu memantulkan kembali semua warna yang sampai ke benda itu dalam bentuk cahaya siang di mata kita, secara adil, maka cahaya yang terpantulkan masih tidak tampak berwarna bagi kita, masih putih. Dalam hal ini kita mengatakan bahwa benda itu sendiri putih karena kita hanya dapat menentukannya berdasarkan cahaya yang dikirimkan ke mata kita.
Namun, jika benda itu memiliki kecenderungan tertentu kepada cahaya biru, misalnya, dan benda itu menyerap atau menahan sebagian unsure biru dalam cahaya siang hari sebelum memantulkan sisanya ke mata kita, maka cahaya yang kita lihat akan kekurangan unsure biru. Mata kita menangkap cahaya tanpa unsure biru sebagai kuning, maka kita menyebut warna benda tadi kuning.
Jika benda termaksud kebetulan sebuah noda pada kemeja kita yang seharusnya putih mulus (tanpa wanra), noda itu tampak kuning oleh kita, maka kita segera meminta bantuan kepada bahan kimia ajaib yang di sebut pemutih untuk menghilangkannya. Kita pun akan berbuat yang sama ketika sebuah noda kebetulan menyerap unsur warna tertentu lain pada cahaya, yang pada penglihatan kita tampak sebagai warna bukan putih.
Kalau bagitu, apa dong yang sesungguhnya diperbuat oleh pemutih ketika obat ajaib itu menghilangkan warna? Bahan tersebut berbuat sesuatu terhadap molekul-molekul yang memiliki kecenderungan menyerap unsure warna, apapun warna itu, pada cahaya. Pertanyaannya adalah sekarang menjadi, bagaimana ceritanya sehingga pemutih hanya menyerang molekul-molekul yang menyerap cahaya?
Ketika sebuah zat menyerap energi cahaya, electron- electron dalam molekulnya-lah yang mengerjakan tugas itu. Dengan menyerap energi , elektron- elektron tadi mempromosikan diri ke tingkat lebih tinggi pada hirarki energy dalam molekul-molekul masing-masing. Molekul-molekul kebanyakan zat tampak berwarna karena mereka mengandung electron- electron yang pada awalnya memiliki status energy agak rendah, maka berhasrat sekali menyerap energy cahaya. Yang diperbuat oleh molekul-molekul pemutih adalah melahap elektron- elektron berstatus energi rendah itu sehingga elektron- elektron penyerap energi cahaya itu tidak ada lagi, dengan begitu molekul-molekul noda kehilangan kemampuan mereka untuk membuat warna (secara ilmiah : para pelahap elektron ini disebut agen pengoksidasi (oxidizing agents), dalam hal ini pemutih mengoksidasi bahan berwarna).
Para pelahap electron yang lazim dipakai dalam pekerjaan laundry adalah natrium hipoklorit. Cairan pemutih yang beredar di pasaran tidak lain adalah larutan 5,25% bahan kimia tersebut dalam air biasa. Pemutih yang diwujudkan dalam wujud tepung biasanya adalah natrium perbonat, pelahap electron agak lembut yang tidak menyerang kebanyakan bahan pewarna. (Tentu saja, bahan pewarna tidak lain adalah noda yang sengaja diberikan, yang memiliki kecenderungan menyerap warna tertentu dalam cahaya).
Pelahap electron lain yang popular adalah hydrogen peroksida yang biasa di gunakan untuk memutihkan melanin, bahan pewarna gelap dalam rambut dan kulit manusia. Pemutih ini banyak di pakai oelh orang-orang yang ingin memiliki rambut berwana, pirang atau sebagainya.

Tidak ada komentar: