Jumat, 23 Agustus 2013

FIKSASI NITROGEN


Siklus nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen, antara lain fiksasi nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi.
Fiksasi nitrogen merupakan reaksi yang mengikat nitrogen di atmosfer menjadi amonia yang dilakukan oleh Rhizobium di akar tumbuhan polonh-polongan atau oleh bakteri di alga dalam atmosfer anaerobik. Reaksi ini merupakan dasar kehidupan bagi makhluk hidup. Semua hewan, tumbuhan, termasuk manusia bergantung pada fiksasi nitrogen biologis dengan tujuan untuk mendapatkan nitrogen bagi penyusunan protein dan senyawa lain yang mengandung nitrogen sebelum ada proses Harber-Bosch.
Walaupun terdapat sangat banyak molekul nitrogen di dalam atmosfir, nitrogen dalam bentuk gas tidaklah reaktif.  Hanya beberapa organisme yang mampu untuk mengkonversinya menjadi senyawa organik dengan proses yang disebut fiksasi nitrogen.
Fiksasi nitrogen  sangat penting untuk lingkungan dan pertanian berkelanjutan (Sustainabele agriculture). Sebagian besar  tanaman mengasimilasi nitrogen hanya dari tanah melalui penambahan pupuk. Sumber alternatif lain adalah Rhizobia yang mampu   meyebabkan pembentukan nodula  pada akar dari tanaman legum sebagai tanaman inang. Organ tanaman khusus  diserang oleh bakteria yang memfiksasi nitrogen dalam keadaan bakteroid endosimbiotik  dalam sel tanaman. Proses ini melibatkan  pengenalan spesifik dan diferensiasi  berkembang baik  bakteri dan sel tanaman inang.  Rhizobia  berhadapan dengan bermacam-macam kondisi  lingkungan seperti bakteria yang hidup bebas dalam tanah, selama proses infeksi dan seperti diferensiasi bakteroid dalam sel tanaman. 
Fiksasi nitrogen yang lain terjadi karena proses geofisika, seperti terjadinya kilat. Kilat memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan, tanpanya tidak akan ada bentuk kehidupan di bumi. Walaupun demikian, sedikit sekali makhluk hidup yang dapat menyerap senyawa nitrogen yang terbentuk dari alam tersebut. Hampir seluruh makhluk hidup mendapatkan senyawa nitrogen dari makhluk hidup yang lain. Oleh sebab itu, reaksi fiksasi nitrogen sering disebut proses topping-up atau fungsi penambahan pada tersedianya cadangan senyawa nitrogen.
Fiksasi nitrogen  keahlian dari prokariotik yang luar biasa dimana gas nitogen atmosfer merupakan  (N2) dikombinasikan dengan  kedalam bentuk ammonia (NH3). Proses vital ini  mendekati proses nitrifikasi (pembentukan  amonia dari  pemecahan protein) menjadikan nitrogen tersedia untuk  tanaman autotrofik dan untuk semua anggota ekosistem. Meskipun Azolla dapat menyerap nitrat dari air, azolla juga dapat menyerap ammonia yang dikeluarkan anabaena dalam lubang/rongga daun.
Nitrogenase mengandung protein besi-belerang dan besi-molibdenum, dan mereduksi nitrogen dengan koordinasi dan transfer elektron dan proton secara kooperatif, dengan menggunakan MgATP sebagai sumber energi. Karena pentingnya reaksi ini, usaha-usaha untuk mengklarifikasi struktur nitrogenase dan mengembangkan katalis artifisial untuk fiksasi nitrogen telah dilakukan secara kontinyu selama beberapa tahun. Baru-baru ini, struktur pusat aktif nitrogenase yang disebut dengan kofaktor besi-molibdenum telah ditentukan dengan analisis kristal tunggal dengan sinar-X.
Nitrogen organic diubah menjadi mineral N-amonium oleh mikroorganisasi dan beberapa hewan yang dapat memproduksi mineral tersebut seperti : protozoa, nematoda, dan cacing tanah. Serangga tanah, cacing tanah, jamur, bakteri dan aktinbimesetes merupakan biang penting tahap pertama penguraian senyawa N-organik dalam bahan organic dan senyawa N-kompleks lainnya. Semua mikroorganisme mampu melakukan fiksasi nitrogen, dan berasosiasi dengan N-bebas yang berasal dari tumbuhan. Nitrogen dari proses fiksasi merupakan sesuatu yang penting dan ekonomis yang dilakukan oleh bakteri genus Rhizobium dengan tumbuhan Leguminosa termasuk Trifollum spp, Gylicene max (soybean), Viciafaba (brand bean), Vigna sinensis (cow-pea), Piscera sativam (chick-pea), dan Medicago sativa (lucerna).

Tidak ada komentar: