Sabtu, 03 Februari 2018

MAN 4 BANYUWANGI : DARI MASA KE MASA


Hasil gambar untuk man pesanggaranMadrasah Aliyah Negeri 4 Banyuwangi terletak di Desa Kesilir Kecamatan Siliragung Kabupaten Banyuwangi. Madrasah ini Berdiri Tahun 1997 sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 107 tahun 1997 tanggal 17 Maret 1997 tentang Pembukaan dan Penegerian Madrasah.

Masa Permulaan
MAN 4 Banyuwangi adalah Madrasah Aliyah Negeri termuda di Banyuwangi yang sebelumnya bernama MAN Pesanggaran memiki sejarah panjang mulai awal berdirinya sampai sekarang. Madrasah yang menempati tanah wakaf seluas 16.515 m2. Sebelumnya adalah Madrasah Aliyah swasta. Sebuah madrasah rintisan yang merupakan bentuk riil cita-cita Bapak. H. Ichsan dan Bapak Djudar Ichsan selaku wakif membangun tempat pendidkan yang bernuasa Religius Islami. Bapak Djudar Ichsan Selaku Kepala Desa saat itu yang juga  anak kandung Bapak H.Ichsan (wakip) bersama Nadhir Wakaf KH. Hamam Zarkasi memberikan amanah kepada Drs. Nurkholik Hidayanto untuk merintis dan mengelola tanah wakaf menjadi tempat pendidikan. Sekitar tahun 1994 Madrasah Aliyah Darusalam berdiri dengan menumpang di MI MIftahul Muna Kesilir sebagai tempat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan  Drs. Nurkholik Hidayanto di angkat sebagai Kepala Madrasah.
Besarnya harapan Keluarga Wakip terhadap perkembangan Madarasah dan pemanfaatan tanah wakaf, bersama stakeholder yang ada pada saat itu mengusulkan ke Kementerian Agama untuk mengubah status MA swasta menjadi MA Negeri. Di tahun 1997 kementerian Agama menurunkan KMA nomor 107 tertanggal 17 maret 1997 Pembukaan dan Penegerian Madrasah yakni MA Negeri Pesanggaran di tanah wakaf di desa Kesilir Kecamatan Pesanggaran (sebelum pemekaran).
Bersamaan dengan turunnya KMA tersebut MA Darusalam berubah nama Menjadi MAN Pesanggaran sekaligus ditunjuk Drs. Sumiran guru MAN Banyuwangi sebagai Kepala Madrasah. Drs. Sumiran Memimpin madrasah mulai tahun 1997 – 2001 membawa madrasah menjadi lebih baik. Dari semula 3 rombel kelas meningkat menjadi 6 rombel kelas dengan jurusan IPS. Selain keberhasilan membangun fisik madrasah dan meningkatnya jumlah siswa di MAN Pesanggaran ternyata Drs. Sumiran juga berhasil membangun hubungan social masyarakat dengan baik. Ini dibuktikan dengan padatnya jadwal khutbah jum’at untuk mengisi di masjid-masjid di sekitar madrasah. Tahun 2001 tahun terakhir kepala yang terkenal disiplin ini memimpin MAN Pesanggaran. Atas Prestasi dan pengabdianya tersebut Drs. Sumiran di pindah tugaskan ke MAN Srono dan digantikan oleh Drs. Moh. Kalyubi yang sebelumnya sebagai guru di MAN Banyuwangi.
Pada Masa Kepemimpinan Drs. Moh. Kalyubi banyak terdapat perubahan baik secara fisik maupun non fisik. Berdirinya Laboratorium IPA dan bertambahnya beberapa ruang kelas menunjukkan keseriusan kepala Madrasah yang murah senyum ini. Seiring dengan bertambahnya Sumber Daya Manusia (SDM) dengan ditugaskan tenaga pendidik dan kependidikan PNS sebanyak 7 orang tahun 2005, Drs. Kalyubi menggagas ditambahkanya jurusan IPA di madrasah. Sehingga pada saat itu juga tahun pelajaran 2005/2006 MAN Pesanggaran memiliki dua Jurusan yakni IPS dan IPA. Drs. Moh. Kalyubi menghakiri jabatanya  sebagai kepala Madrasah bersamaan dengan masa pensiun dan memimpin Madrasah mulai 2001 – 2006.
Masa Pembangunan
Perubahan wajah dan Stigma Madrasah mulai mengalami pergeseran setelah Drs. Kosim memimpin Madrasah ini. Meskipun Drs. Kosim memimpin madrasah kurang dari tiga tahun (2006-2008), Kepala yang sebelumnya Guru di MAN Genteng ini membawa madrasah mengalami perkembangan dan perubahan yang signifikan. Ini terlihat dari Rombel kelas yang meningkat drastis menjadi 16 kelas dari 6 rombel kelas sebelumnya. Penambahan Ruang Kelas, Kantor TU, Ruang Guru dan beberapa gedung baru. Penataan fisik madrasah mulai menunjukkan perubahan yang membaik serta diikuti animo masyarakat terhadap Madrasah.  Tahun 2008 Drs. Kosim mengakhiri tugasnya di MAN Pesanggaran dan mendapat tugas baru untuk memimpin MAN Genteng. Sebagai penggantinya di tunjuklah Drs. Moh. Anwar yang sebelunya menjadi kepala SMA PGRI Purwoharjo (sekolah swasta terbesar di wilayah banyuwangi selatan) untuk menahkodai Madrasah yang telah berumur 11 tahun ini.
Drs. Moh. Anwar memimpin madrasah selama 4 tahun (2008 – 2012). Perubahan fisik madrasah menjadi mentereng dan jumlah rombel yang meningkat mencapai 19 rombel kelas masing-masing kelas berisi 38 siswa menjadi capaian yang membanggakan. Peningkatan kualitas pembelajaran menjadi fokus bagi kepala Madrasah ini. Pembenahan dari dalam madrasah dilakukan oleh Drs. Moh. Anwar, Alhasil Beberapa Kegiatan Ekstrakurikuler Mampu mendapatkan Prestasi Baik di tingkat Kabupaten Bahkan mampu bersaing di tingkat Propinsi. Pada tahun 2008 siswa MAN Pesanggaran mendapatkan Juara di Kompetisi Pencaksilat se Kabupaten Banyuwangi yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olah raga. Pada tahun yang sama juga mendapatkan juara pada Invitasi Pencak silat di Universitas Jember. Di bidang Akademik juga mulai menunjukkan perkembangan yang baik dengan menjuarai Olimpiade Kimia di Kab. Banyuwangi yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Negeri serta beberapa prestasi lainnya. Bersamaan dengan itu di setiap tahunnya madrasah ini tidak pernah sepi dari prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Pembangunan fisik terlihat dengan berdirinya mushola Al Ichsan, finishing pembangunan beberapa gedung dan penambahan beberapa ruang kelas.

Masa Pengembangan
Tahun 2012 adalah tahun terakhir bagi Kepala ke empat ini memimpin di MAN Pesanggaran. Kementerian Agama Memberikan tugas baru kepada Drs. Moh. Anwar untuk memimpin MAN Banyuwangi. Sebagai penggantinya di MAN Pesanggaran di tunjukklah Drs. Nurrokhim untuk memimpin madrasah yang terletak di banyuwangi bagian selatan ini. Sayangnya Drs. Nurrokhim hanya beberapa bulan memimpin MAN Pesanggaran. Meskipun demikian ada beberapa pemikiran besar dari Kepala yang sebelumya menjabat Kepala di MTsN Glenmore yang menjadi ciri dan Pembeda dengan madrasah yang ada di banyuwangi. Pemikiran-pemikiran tentang kualitas dan nilai plus Madrasah dalam rangka memenangkan persaingan dengan sekolah umum SMA dan terutama SMK, untuk membawa madrasah ini melesat melebihi sekolah-sekolah disekitar.
Bersamaan dengan kepemimpinan Drs. Nurokhim dibukanya jurusan Agama sesuai dengan intruksi dari Kementerian Agama. Belum sempat merealisasikan pemikiran-pemikiranya untuk merubah wajah madrasah berbasis keterampilan Drs. Nurokhim Harus dimutasi ke tempat yang baru sebagai kepala Madrasah di MTsN.
Drs. Saeroji, M.Pd.I, M.Ag Kepala MTs Negeri Sidorejo melengkapi deretan Kepala – kepala yang memimpin MAN Pesanggaran. Menjadi kepala ke enam sekaligus kepala termuda Madrasah Aliyah di Kabupaten Banyuwangi. Drs. Saeroji yang juga sebelumnya guru di MAN Pesanggaran langsung tancap gas untuk merealisasikan pemikiran-pemikiran kepala-kepala sebelumya dan melakukan gebrakan. Drs. Saeroji memimpin Madrasah ini mulai tahun 2012 – 2016.
Pada kepemimpinan Drs. Saeroji banyak perubahan yang mendasar terhadap perkembangan MAN Pesanggaran. Di awal kepemimpinanya Drs. Saeroji, M.Pd.I, M.Ag mengenalkan model pembelajaran lain dengan mengenalkan pembelajaran online EDMODO. Dalam perkembanganya Madrasah ini menjadi pusat pembelajaran online di banyuwangi semenjak berkolaborasi dengan menggunakan aplikasi pembelajaran Quipperschool. Bahkan maenjadi pusat pembelajaran online yang ada di Banyuwangi. Pembuatan bengkel otomotif sepeda motor dan mobil serta pengadaan laboratorium ketrampilan Menjahit menjadi langkah riil madrasah ini siap bersaing dengan kompetitorny yakni SMA dan SMK di sekitar madrasah. Kegiatan pembelajaran dilapangan dengan mengirim siswa belajar bahasa inggris di kampung inggris pare Kediri dalam upaya meningkatkan kualiatas pembelajaran di madrasah ini. Melengkapi pemikiran-pemikiran pendahulunya Drs. H. Saeroji, M.Pd.I, M.Ag membuka program tahfidz untuk madrasah yang menginjak umur 19 tahun ini.
Pertengahan 2016 Drs. H. Saeroji, M.Pd.I, M.Ag mendapat tugas baru memimpin MAN Banyuwangi. Sebagai penggantinya Drs. H. Mujikan, M.Pd.I yang sebelumya kepala MAN Srono menjadi kepala MAN Pesanggaran yang 7.
Sebagai kepala berpengalaman yang telah memimpin beberapa MAN, Drs. Mujikan, M.Pd.I langsung melakukan pembenahan pada Madrasah yang sekarang memasuki usia 21 tahun ini. Perencanan perubahan fisik madrasah diawali dengan membangun Mushola AL Ichsan menjadi lebih megah. Pembenahan kedalam dan system menjadi prioritas di awal kepemimpinannya. Di akhir tahun 2017 MAN Pesanggaran membuktikan mampu bersaing dengan MAN lain yang ada di banyuwangi dengan menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Kabupaten dan Kegiatan Aksima tingkat provinsi yang duta-dutanya sebagian besar dari MAN Pesanggaran. Dibawah kepemimpinanya juga ditingakat kabupaten dua siswa madrasah ini mewakili MTQ di tingkat Propinsi dan mendapatkan juara 2. Bahkan di Awal Tahun 2018 Madrasah ini menjuarai Olimpiade Farmasi yang diselenggarakan UNAIR Surabaya untuk wilayah banyuwangi. Bukti riil keseriusan mantan kepala MAN Genteng dan MAN Srono ini dalam memperbaiki system madrasah yakni dengan keberhasilanya mengawal madrasah mencapai AKREDITASI A untuk pada Tahun 2017
Berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 673 than 2016, sebanyak 83 Madrasah Aliyah Negeri Se Provinsi jawa Timur Indonesia mengalami perubahan nama termasuk MAN Pesanggaran.  Secara serentak tanggal 2 Januari MAN Pesanggaran secara resmi berganti nama menjadi MAN 4 Banyuwangi.

Tidak ada komentar: