Rabu, 05 Februari 2020

REAKSI OKSIDASI ALKOHOL

Mengenal Alkohol Primer, Sekunder, dan Tersier

Berdasarkan jumlah atom C yang terikat pada atom C yang mengandung gugus – OH, maka dapat dikategorikan tiga jenis alkohol, yaitu sebagai berikut:

Hasil gambar untuk ALKOHOL1. Alkohol primer (1o)

Alkohol primer adalah alkohol yang gugus – OH nya terikat pada atom C primer (atom C yang mengikat 1 atom C yang lain)  

2. Alkohol sekunder (2o)

Alkohol sekunder adalah alkohol yang gugus – OH nya terikat pada atom C sekunder (atom C yang mengikat 2 atom C yang lain).  

3. Alkohol tersier (3o)

Alkohol tersier adalah alkohol yang gugus – OH nya terikat pada atom C tersier (atom C yang mengikat 3 atom C yang lain).   Baca juga Mengenal Senyawa Polialkohol   Berikut contoh-contoh alkohol primer, sekunder, dan tersier.  

alkohol primer, sekunder, tersier

Reaksi Identifikasi Alkohol Primer, Sekunder, dan Tersier

Pada alkohol primer, sekunder, dan tersier memberikan reaksi yang berbeda terhadap oksidator K2CrO7, KMnO4, dan O2. Dengan bantuan katalis, atom O dari oksidator akan menyerang atom H yang terikat ke atom C yang mengandung gugus – OH (atom C karbinol). Berikut reaksi oksidasi pada masing-masing alkohol

1. Reaksi oksidasi alkohol primer

Akan menghasilkan alkanal (aldehida), jika dibiarkan beberapa lama, maka proses oksidasi akan berlanjut menghasilkan suatu asam karboksilat. Jika kita ingin memperoleh aldehida dari proses oksidasi ini, maka secepatnya dilakukan destilasi untuk menghindari proses oksidasi berlanjut.
2. Reaksi oksidasi alkohol sekunder akan menghasilkan suatu keton (alkanon)

3. Pada alkohol tersier

Tidak terjadi proses oksidasi. Hal ini disebabkan pada alkohol tersier, tidak terdapat atom H yang terikat pada atom C karbinol

Perbandingan Sifat Fisis Alkohol Primer, Sekunder, dan Tersier

Posisi gugus -OH pada alkohol turut berperan dalam mempengaruhi kekuatan ikatan hidrogen. Hal ini dapat dipahami dengan membandingkan sifat fisis alkohol primer, sekunder, dan tersier dari isomer-isomer butanol berikut ini.
Rumus UmumIsomerStrukturFase pada Suhu 25oCTitik Didih oCKerapatan g/cm3
C4H9OHAlkohol Primer
1-butanol
CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – OHcair1180,81
C4H9OHAlkohol Sekunder
2-butanol
CH3 – CH2 – CHOH – CH3cair1000,81
C4H9OHAlkohol Tersier
2-metil-2-propanol
CH3 – CCH3OH – CH3cair820,79
Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa titik didih alkohol dapat diurutkan dari tinggi ke rendah yaitu primer > sekunder > tersier. Hal ini menunjukkan adanya penurunan kekuatan ikatan hidrogen yang terkait dengan posisi gugus -OH. Pada alkohol primer, gugus -OH berada lebih terbuka dan dapat dengan mudah membentuk ikatan hidrogen dengan molekul lainnya. Sebaliknya, pada alkohol sekunder dan tersier, gugus -OH diapit oleh atom-atom H sehingga kekuatan gugus -OH untuk membentuk ikatan hidrogen dengan atom-atom dari molekul lainnya akan berkurang.

Sumber:
Rachmawati, M, Johari, J, M, C. 2008. Kimia 3. Jakarta: ESIS.

Tidak ada komentar: