Rabu, 07 Oktober 2015

Mengubah Wiski menjadi Air Putih

Pendahuluan
Pada saat kita membuat es batu maka kita telah mengubah wujud zat cair menjadi zat padat. Demikian juga sebaliknya, es batu dalam es teh lama-kelamaan akan mencair. Pada kedua peristiwa tersebut telah terjadi perubahan fisika.
Perubahan fisika adalah perubahan pada zat yang tidak menghasilkan zat jenis baru. Contohnya beras yang ditumbuk menjadi tepung. Beras yang ditumbuk menjadi tepung, hanya menunjukkan bentuk dan ukuran yang berubah, tetapi sifat molekul zat pada beras dan tepung tetap sama.
Perubahan kimia adalah perubahan pada zat yang menghasilkan zat jenis baru. Misalnya pada saat membakar kertas. Setelah kertas tersebut habis terbakar akan terdapat abu yang diperoleh akibat proses pembakaran. Kertas sebelum dibakar memiliki sifat yang berbeda dengan kertas sesudah dibakar. Contoh perubahan kimia, antara lain: nasi membusuk, susu yang basi, sayur menjadi basi, telur membusuk, telur asin, besi berkarat, dan lain-lain.
Untuk perubahan fisika dan kimia kita sudah sering melihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi kita kadang-kadang terlalu sibuk sehingga tidak menyadarinya. Melalui percobaan Wiski menjadi air kita akan mempelajari salah satu bentuk perubahan kimia yang menarik dan bisa dijadikan bahan sulap di depan kelas.

Alat dan Bahan
No.
Nama Alat/Bahan
Jumlah
Keterangan
1
Botol wiski bekas
1 buah
Bisa diganti dengan botol air mineral
2
Gunting
1 buah
3
Selotip
Secukupnya
4
Betadine
1 botol
5
Vitamin C
Secukupnya

Prosedur Percobaan
  1. Masukkan air ke dalam botol secukupnya.
  2. Masukkan beberapa tetes betadine sehingga larutan berwarna seperti wiski (coklat muda kekuningan).
  3. Letakkan sedikit vitamin C pada tutup botol wiski. Selanjutnya tutup vitamin C dengan selotip. Buatlah lubang pada selotif dengan bantuan gunting atau jarum.
  4. Pasang tutup botol dan kocok larutan di dalam botol.
  5. Amati yang terjadi pada larutan di dalam botol.

Gambar Ilustrasi percobaan wiski menjadi air
Perhatian: Air Putih hasil reaksi tidak dapat diminum!

Pembahasan
Perubahan warna yang ajaib memang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa untuk belajar dan memahami berbagai reaksi kimia dalam kehidupan. Pada percobaan ini kita mengubah warna larutan iodium yang seperti wiski dengan cara mencampurkannya dengan vitamin C yang biasa kita konsumsi. Vitamin C atau yang dikenal sebagai asam askorbat apabila teroksidasi oleh iodin maka akan menjadi asam dehidroaskorbat. Oksidasi vitamin C oleh yodium ini ditandai dengan perubahan warna coklat menjadi tidak berwarna.  Inilah salah satu cara untuk menentukan jumlah vitamin C dalam makanan.
Yodium relatif tidak larut, tetapi hal ini bisa diatasi oleh kompleks yodium dengan iodida untuk membentuk triiodida:
I2 + I- ↔ I3-
Triiodida mengoksidasi vitamin C untuk membentuk asam dehidroaskorbat:
C6H8O6 + I3-+ H2O → C6H6O6 + 3 I-+ 2 H+

Vitamin C yang ada dalam larutan triiodida yang kemudian dikonversi ke ion iodida dengan sangat cepat. Ketika semua vitamin C teroksidasi, yodium dan triiodida akan hadir, yang bereaksi dengan pati untuk membentuk kompleks biru-hitam. Warna biru-hitam adalah titik akhir titrasi. Prosedur titrasi ini bisa digunakan untuk menguji jumlah vitamin C dalam tablet vitamin C, jus, buah segar, beku, atau dikemas dan sayuran.

Tidak ada komentar: