Kamis, 05 Maret 2015

”Pengaruh Penambahan Asam Cuka terhadap Hasil Pewarnaan Kulit Telur”




I. RUMUSAN MASALAH 
Rumusan masalah dalam percobaan ini adalah:
1.       Apakah penambahan asam cuka dapat mempengaruhi proses pewarnaan kulit telur?
2.       Bagaimana pengaruh penambahan asam cuka dalam proses pewarnaan kulit telur?
3.       Apakah ukuran telur berpengaruh pada proses pewarnaan kulit telur?


II. TUJUAN
1.       Mengetahui pengaruh penambahan asam cuka pada proses pewarnaan kulit telur
2.       Mengetahui pengaruh penambahan asam cuka dalam proses pewarnaan kulit telur
3.       Mengetahui pengaruh ukuran telur pada proses pewarnaan kulit telur

III. ALAT DAN BAHAN
No.
Nama Alat / Bahan
Jumlah
1
Gelas minum kecil atau gelas kimia 250 mL
4
2
Batang lidi atau pengaduk gelas
4
3
Pipet tetes
3
4
Gelas ukur  10 mL
1
5
Gelas ukur 100 mL
1
6
Larutan asam cuka 25%
50 mL
7
Larutan pewarna makanan warna biru
50 mL
8
Larutan pewarna makanan warna merah
50 mL
9
Telur ayam
8 butir
10
Air atau akuades
800 mL

IV. CARA KERJA
1.       Mencuci telur dengan air sampai bersih
2.       Menyediakan 4 buah gelas kimia 250 mL
3.       Memberi label pada masing-masing gelas kimia:
-          Gelas 1 : air + pewarna biru
-          Gelas 2 : air + pewarna biru + asam cuka
-          Gelas 3 : air + pewarna merah
-          Gelas 4 : air + pewarna merah + asam cuka
4.       Menuangkan air sebanyak 100 mL ke dalam masing-masing gelas kimia
5.       Menambahkan 2 mL pewarna biru pada gelas 1 dan 2, 2 mL pewarna merah pada gelas 3 dan 4.
6.       Menambahkan 5 mL asam cuka 25% pada gelas 2 dan 4
7.       Mengaduk campuran sampai merata
8.       Memasukkan telur ke dalam masing-masing gelas secara bersama-sama
9.       Menunggu sambil mengaduk-aduk secara perlahan-lahan selama 5 menit
10.   Mengangkat telur dari campuran secara bersama-sama
11.   Meletakkan telur yang sudah diwarnai di atas plastik.
12.   Menjemur telur dengan sinar matahari secara langsung sampai kulit telur kering.
13.   Mengulangi langkah-langkah di atas dengan mengganti langkah no. 5 dengan pewarna sebanyak 5 tetes dan langkah no. 6 dengan asam cuka sebanyak 10 tetes.
14.   Mencatat semua hasil pengamatan

V. HASIL PERCOBAAN
Hasil percobaan dapat diamati pada tabel di bawah ini:
Tabel 1. Hasil Pengamatan Pewarnaan telur dengan penambahan 5 mL asam cuka
PERCOBAAN
HASIL PENGAMATAN
Gelas 1
Telur berwarna kebiruan
Gelas 2
Telur berwarna biru tua
Gelas 3
Telur berwarna kemerahan
Gelas 4
Telur berwarna merah tua

Tabel 2. Hasil Pengamatan Pewarnaan telur dengan penambahan 10 tetes asam cuka
PERCOBAAN
HASIL PENGAMATAN
Gelas 1
Telur berwarna kebiruan
Gelas 2
Telur berwarna biru muda
Gelas 3
Telur berwarna kemerahan
Gelas 4
Telur berwarna merah muda

VI. ANALISIS
Pada percobaan ini diawali dengan mencuci telur dengan air sampai bersih supaya kulit telur tidak tertutupi oleh pengotor dan pewarnaan merata. Kemudian untuk mengetahui pengaruh asam cuka dilakukan variasi penambahan volume asam cuka baik pada penambahan pewarna biru maupun pewarna merah.
Mengaduk campuran sampai merata berfungsi untuk memperoleh campuran yang homogen sehingga warna yang dihasilkan sempurna. Kemudian setelah telur dimasukkan ke dalam campuran dilakukan pengadukan secara perlahan-lahan selama 5 menit untuk mendapatkan warna secara merata pada kulit telur. Agar warna tidak pudar, telur yang sudah diwarnai dijemur dengan sinar matahari secara langsung sampai kulit telur kering.
Dari hasil percobaan yang tampak pada Tabel 1. menunjukkan bahwa warna telur sangat dipengaruhi oleh penambahan asam cuka. Telur yang dimasukkan dalam campuran pewarna tanpa asam cuka mempunyai warna lebih terang dibandingkan dengan telur yang dimasukkan dalam campuran pewarna dengan asam cuka.
Pada Tabel 2. Tampak bahwa dengan penambahan sedikit asam cuka pada pewarna telah mampu mewarnai kulit telur tetapi diperoleh warna yang lebih pucat daripada penambahan asam cuka yang lebih banyak dengan konsentrasi yang sama (pada Tabel 1.).
Ukuran telur juga sangat berpengaruh terhadap pewarnaan, dimana pewarnaan akan dipengaruhi oleh kemudahan pengadukan untuk mendapatkan warna yang merata pada kulit telur, sehingga wadah/tempat mewarnai telur harus menyesuaikan dengan ukuran telur.
Warna dapat menempel pada kulit telur disebabkan oleh kandungan zat yang terdapat pada kulit telur bereaksi dengan asam cuka. Kulit telur mengandung zat-zat antara lain senyawa kimia dengan rumus Ca10(OH)2(PO4)6 dan CaCO3. Dalam zat ini yang aktif bereaksi dengan asam cuka, CH3COOH adalah kation Ca2+, dimana reaksinya dapat dilihat sebagai berikut:
Ca2+  +  2 CH3COOH   ®  Ca(CH3COO)2 + 2H+
Dengan adanya reaksi ini maka bagian kulit telur yang terluar semacam terkikis dan menyerap zat warna, dimana semakin banyak asam cuka yang ditambahkan maka reaksi semakin banyak terjadi dan semakin besar pula zat warna yang terserap.




VII. KESIMPULAN
Dari analisis di atas, maka dapat disimpulkan:
1.       Penambahan asam cuka mempengaruhi proses pewarnaan telur
2.       Konsentrasi asam cuka semakin besar menyebabkan warna telur semakin gelap
3.       Ukuran telur mempengaruhi merata tidaknya proses pewarnaan telur.

Tidak ada komentar: